Beranda > Hukum > Benar Biadab, Teman Sekelas Bersama Ibunya Dibunuh Siswa SMK

Benar Biadab, Teman Sekelas Bersama Ibunya Dibunuh Siswa SMK

(SUARAPUBLIC): Misteri pembunuhan seorang ibu dan putranya di Medan berhasil diungkap. Polisil menangkap pelaku pembunuhan dua orang itu. Yang mengejutkan, pelaku adalah siswa SMK, teman sekelas salah satu korban pembunuhan.

Pembunuhan ini sendiri terjadi Kamis (15/4) pukul 16.00 WIB. Kasus terungkap setelah tetangga menemukan Cairin, wanita pengusaha roti telungkup bersimbah darah di anak tangga lantai satu rumahnya. Antoni (18), anaknya, juga tewas bersimbah darah di kamarnya yang terkunci. Ibu dan anak ini tinggal Jl Sutomo Ujung, Medan.

Pelakunya berhasil ditangkap. Dia adalah Hariman (17) siswa kelas 2 SMK Yapim Jl Pintu Air, Medan. Pelaku adalah teman sekelas Antoni yang semalam sebelum kejadian, tidur di kamar korban.

Hariman yang tinggal di Rantau Prapat, ditangkap Jumat (16/4) pukul 22.30 di kamar kosnya di Jalan Gelas Ayahanda. Kepada polisi, Sabtu (17/4), Hariman mengakui bahwa dia membunuh Antoni lantaran sakit hati. Katanya, dua bulan lalu Antoni memukul kepalanya hingga luka.

Hariaman baru tiga bulan pindah ke Yayasan Pendidikan (Yapim). Dia duduk di bangku kelas 2. Pelaku dan korban sering bermain sama. Pelaku juga sering tidur di rumah korban.

Pembunuhan terjadi saat tersangka menginap tidur di rumah korban. Pagi harinya, pelaku dan korban yang tidur di lantai tiga bangun. Tapi tiba-tiba bertengkar. Lantas, pelaku mengambil linggis yang terletak di dalam kamar dan memukul kepala Antoni. Untuk menghilangkan jejak, pelaku mengambil pisau cutter lalu memotong urat nadi korban.

Ibu korban, Cairin alias Irene mendengar suara gaduh di lantai tiga. Dia hendak naik. Saat itu pelaku sambil menenteng linggis yang berlumurah darah turun hendak kabur.

Di lantai satu pelaku dan ibu korban bertemu. Karena panik, pelaku memukulkan linggis ke bagian kepala Irene beberapa kali. Janda pengusaha roti ini roboh bersimbah darah tepat di anak tangga pertama.

Setelah itu pelaku kabur naik motor spin BK 4954 ZC. Sebelumnya, pelaku sudah mengambil uang Rp70 ribu dan dua unit handphone milik dua korban, ibu dan anak. Lalu pelaku kabur ke kosnya di Jalan Gelas Ayahanda.

Pelaku berhasil ditangkap polisi karena lupa menonaktifkan handphone yang dicurinya. Di situlah polisi melacak melalui GPS, dan mendapati handphone korban aktif di Jalan Sendok Ayahanda, Medan.

Polisi juga mengetahui bahwa pelaku berada di seputaran Jalan Ayahanda dari handphone yang masih aktif itu. Lalu sejumlah polisi berpakaian preman melakukan penyisiran.

Tapi baru keesokan harinya pelaku ditangkap. Hingga Sabtu malam, tersangka belum bisa dimintai keterangan karena masih diperiksa Polsek Medan Timur. Tak seorang pun wartawan diberi kesempatan mewawancarai pelaku.(*)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: