Beranda > DAS Barito > Badan Lingkugan Hidup Barito Utara Dicuekin Perusahaan Tambang Batubara

Badan Lingkugan Hidup Barito Utara Dicuekin Perusahaan Tambang Batubara

(MuaraTeweh): PT Harfa Taruna Mandiri benar-benar keterlaluan. Rekomendasi Badan Lingkungan Hidup (BLH), Barito Utara, Kalteng dicuekin’. Hingga kini perusahaan beroperasi di Desa Lemo, Kecamatan Teweh Tengah, tetap melakukan kegiatan penambangan.

Sebagaimana diketahui, belum lama ini BLH mendapat laporan masyarakat soal penggunaan bahan peledak dilakukan PT KTC, kontraktor tambang PT Harfa Taruna Mandiri. Hal itu dianggap melanggar, lantaran dalam dokumen Amdal perusahaan tak melaporkan adanya penggunaan bahan peledak.

Laporan ditindak lanjuti pihak BLH dengan menerjunkan beberapa petugas melakukan ricek lapangan. Laporan masyarakat tebukti, perusahaan itu menurut hasil pantauan petugas BLH, memang benar menggunakan cara ‘blasting’ dengan bahan peledak untuk memecah batu sebelum mengeruk batu bara.

Terkait itu, BLH Barut melayangkan surat rekomendasi kepada perusahaan agar segera menghentikan kegiatan penambangan sebelum memperbaiki atau merevisi dokumen Analisa Mengenai Dampak lingkungan (Amdal) mereka.

Direktur PT Harpa Taruna Mandiri, Ruddi Haryanto di Muara Teweh mengatakan, permohonan diajukan oleh perusahaan kepada Dinas Pertambangan Barut tertanggal 2 Juni 2008 telah memenuhi syarat mendapatkan surat ijin gudang bahan peledak.

“Kita sudah ada kerangka Amdal masalah blasting hanya saja penjabarannya masih belum terperinci dan menurut rencana pada Jumat depan kita akan melakukan paparan kembali dengan dinas terkait,” kilahnya.

Menurut Ruddi, pemberian surat ijin gudang bahan peledak oleh Distamben Barut kepada mereka berjangka waktu selama 5 tahun sejak dikeluarkan dengan lokasi gudang wilayah Desa Lemo I Kecamatan Teweh Tengah.

“Kita telah memenuhi syarat dimana kita sudah siapkan tujuh buah container dengan lebar 2,4 meter dan panjang 12 meter. Satu container bisa menampung bahan peledak sebesar 150 ribu kilogram,” kata Ruddi.

Syarat lainnya adalah jarak minimal lokasi peledakan dan gudang bahan peledak dengan pemukimanan penduduk. Menurutnya, antara gudang dengan Base Camp berjarak tujuh kilometer, lokasi gudang dengan lokasi peledakan dua kilometer, ke jalan tambang 100 meter dan ke rumah penduduk desa delapan kilometer.

“Untuk kegiatan pemanpaatan gudang bahan peledak tetap dilakukan pengawasan oleh Distamben Barut bersama dengan instansi terkait lainnya,” timpalnya.

Meski berbagai macam alasan, diakui Rudi bila rekomendasi BLH tentang perintah penghentian penambangan, masih belum menjadi dasar, karena yang berhak mengeluarkan ijin penghentian itu hanya kepala Daerah yang bersangkutan.

“Jadi untuk saat ini perusahaan masih tetap beraktivitas di lapangan dengan melakukan penambangan karena surat tentang rekomendasi pengehentian tersebut hanya bisa di keluarkan oleh kepala Daerah,” tantangnya.

Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: