Beranda > DAS Barito > Beda Pulau Jawa Dengan Kalteng

Beda Pulau Jawa Dengan Kalteng

MUARATEWEH-Inilah bedanya antara kabupaten pulau Jawa dengan di Kalteng. Sehari saja listrik di kabupaten pulau Jawa mati, begitu diprotes masyarakat kemudian beritanya di muat media elektronik, tidak sampai tiga hari nyala listrik sudah normal kembali.

Di Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, sudah dua tahun ini listrik tidak normal menyala. Jadwal pemadaman bervariasi, kadang empat hari nyala satu hari padam. Pernah juga padam sampai 18 jam, kemudian menyalanya cuma sehari.

Selama pemadaman sendiri, banyak alat rumah tangga yang berkaitan dengan arus listrik maupun barang elektronik milik warga rusak. Kerusakan dikarenakan listrik byar pet atau mendadak nyala kemudian padam.

Pernahkah warga protes? Jelas, bahkan seringkali dilapaorkan tertulis ke wakil rakyat. Menindaklanjuti laporan, pihak PLN sering diajak rapat oleh dewan. Disetiap terjadi dialog pihak PLN berkali-kali berjanji secepatnya mengatasi. Tapi kenyataan hingga kini nyala listrik tak juga normal.

Kemarahan warga klimaksnya pertengahan November lalu. Kemarahan ditujukan dengan menggelar demo kegedung wakil rakyat. Memang demo berlangsung aman dan tertib, karena warga hanya menonjolkan tulisan-tulisan di kertas karton yang mereka usung saat menggelar demo.

Menyikapi demo, dewan bersama pihak PLN menggelar rapat mendadak. Sedangkan dari pihak warga, diwakili tiga orang. Dalam rapat hanya disepakati perubahan jadwal pemadaman, dari sebelumnya satu hari padam dua hari nyala menjadi empat hari nyala kemudian satu hari padam.

Hingga sekarang masih jadwal tersebut diberlakukan. Entah apa yang terjadi, kok sepertinya pihak PLN dan Pemkab Barut tak berdaya menghadapi kasus ini. Ini mengherankan karena di kabupaten sepanjang DAS Barito lainnya nyala listrik normal, hanya kadang-kadang saja dilakukan pemadaman.

“Kalau memang PLN tak mampu mengelola distribusi listrik di Barut kenapa pengelolaannya nggak diserahkan sama Pemkab setempat saja. Pemkab bisa saja menggaet sejumlah investor tambang untuk mengatasi masalah ini, apalagi sekarang usaha batu bara sedang tren di Barut,” kata Lento, warga Jalan Gang Buntu, Kamis malam.

Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: