Beranda > Peristiwa > Longsor di Kelok 9, Tiga Orang Tewas

Longsor di Kelok 9, Tiga Orang Tewas

PADANG-Bencana longsor terjadi di Jalan Kelok 9, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), mengakibatkan tiga orang tewas menyusul hujan deras di wilayah itu. Longsor juga terjadi di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel), yang nyaris menewaskan delapan orang.

Sementara itu, bencana angin kencang melanda beberapa kabupaten di Jawa Tengah yakni Kendal, Kudus, Pati, Jepara, Karanganyar, dan Rembang. Musibah angin kencang terjadi juga di Jember (Jawa Timur) dan Sukabumi (Jawa Barat).

Menurut informasi, longsor di Jalan Kelok 9 menimbun kendaraan bak terbuka jenis L300. Irwandi (22), kernet angkutan itu, yang tertimbun material tanah longsor, ditemukan dalam keadaan tewas, Minggu sekitar pukul 09.00 WIB.

Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Khairul Aziz, ketika dikonfirmasi, Minggu, membenarkan bahwa seorang korban yang tertimbun tanah longsor ditemukan setelah dilanjutkan pencarian sejak pukul 08.00 WIB.

Pencarian karnet kendaraan L 300 yang tertimbun material longsoran Jumat malam di jalur Payakumbuh, Sumbar-Pekanbaru, Riau itu dilakukan secara manual sekitar 30 personel Polres Limapuluh Kota bersama masyarakat.

Sementara itu, dua korban lainnya, Syafrianto (27), sopir L300 asal Simabur Lampasi Durian, Payakumbuh, ditemukan Sabtu siang. Begitu juga Asep Irama (17), pegawai swasta asal Paramabahan, juga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, akhir pekan kemarin.

Sementara itu, longsor susulan sepanjang 30 meter pada bangunan irigasi Air Jemair di Kelurahan Candijaya, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel), Minggu pagi, mengakibatkan delapan warga nyaris celaka akibat tertimbun.

Pada lokasi irigasi jebol itu terdapat sekitar dua titik mengalami longsor sehingga membuat bangunan irigasi rusak parah. Bahkan, di lokasi yang masih dalam pengerjaan, semua bangunan irigasi sudah terbawa longsor masuk ke dalam jurang.

Salah seorang warga yang hampir tenggelam tertimbun longsor, Yono, menuturkan, setelah kejadian itu ia langsung pulang dan berhenti melakukan perbaikan karena mengalami trauma.

Dia mengatakan, irigasi yang dibangun sekitar tahun 1955 itu mengalirkan air untuk tiga kelurahan, yaitu Candijaya, Jangga, dan Padangtemu. “Namun, akibat kondisi hutan sekitarnya yang sudah banyak gundul, di sepanjang lokasi irigasi sering longsor. Bahkan sekarang sudah mengakibatkan kerusakan cukup parah,” kata dia.

Sementara itu, dari Sukabumi dilaporkan, empat bangunan kandang ayam broiler milik Amir (50) di Kampung Babakan Pamoyanan, RT 03/RW 09, Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ambruk akibat diterjang angin puting beliung, Sabtu sore.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB itu membuat ratusan ekor ayam mati tertimpa reruntuhan kandang ayam yang ambruk berserakan.

Sedangkan di Jawa Timur, sebuah menara radio swasta, yakni Radio Mutiara FM di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Sabtu sore, roboh akibat hujan deras disertai angin puting beliung di kawasan itu. Namun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: