Beranda > Kalsel > Kalsel Rawan Sambaran Petir & Puting Beliung

Kalsel Rawan Sambaran Petir & Puting Beliung

BANJARBARU-Seluruh wilayah provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) rawan dilanda bencana berupa sambaran petir dan angin kencang atau puting beliung, ujar Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Banjarbaru Sucantika Budi, di Banjarbaru, Selasa.

Ia mengatakan, kerawanan yang bisa menimbulkan kerugian harta, benda dan jiwa itu, disebabkan posisi wilayah Kalsel yang dekat dengan garis khatulistiwa (Equator) dimana posisinya tepat di arah pembelokan angin.
“Posisi wilayah Kalsel berada dekat garis Khatulistiwa dan di atasnya tepat di arah pembelokan angin sehingga saat hujan turun sering muncul petir dan angin puting beliung,” jelasnya.

Dikatakan, potensi kerawanan itu, memang tidak mengancam kawasan perkotaan karena cukup banyak gedung-gedung bertingkat yang mampu memecah kecepatan angin sehingga efeknya tidak sampai merusak.

Tetapi, bagi kawasan terbuka atau tanah lapang termasuk wilayah perairan, potensi angin kencang atau puting beliung yang sifatnya merusak, sangat memungkinkan terjadi terlebih di musim pancaroba seperti sekarang ini.

“Namun, potensi kerawanan akibat sambaran petir dan puting beliung itu, bukan hanya banyak terjadi pada musim pancaroba tetapi bisa saja berlangsung sepanjang tahun akibat posisi wilayah yang berada tepat di arah pembelokan angin tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, berdasarkan prediksi mengenai wilayah potensi bencana selama bulan November 2009, seluruh wilayah Kalsel memenuhi resiko terkena sambaran petir dan angin kencang (puting beliung).

Wilayah bagian Barat dan Utara Kalsel masuk kategori waspada terhadap bencana banjir atau tanah longsor yang berpotensi muncul seiring musim hujan yang diprediksi melanda sejak awal November lalu.

Diprediksi, kecepatan angin cukup tinggi hingga mencapai 40 knot atau setara 80 kilometer per jam sehingga warga diperingatkan supaya menjauhi daerah terbuka seperti tanah lapang dan perairan saat hujan turun karena berpotensi munculnya sambaran petir dan angin kencang.

“Puting beliung dapat terjadi di darat maupun di laut yang durasinya relatif lebih lama daripada di darat. Jika terjadi di darat, umumnya lebih sering melanda dataran rendah sehingga warga yang tinggal di kawasan itu harus lebih meningkatkan kewaspadaan,” himbaunya.

Selama bulan Oktober 2009, wilayah Kalsel terjadi tujuh kali puting beliung yang semuanya melanda dataran rendah dengan ketinggian kurang dari 50 meter di atas permukaan laut (dpl). Sedangkan di bulan November, beberapa wilayah khususnya di Kabupaten Banjar yang tersebar di Kecamatan Aluh-Aluh, Gambut dan Astambul sempat beberapa kali dilanda puting beliung sehingga merusak sejumlah rumah warga di wilayah itu.

Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: