Beranda > DAS Barito, Peristiwa > Aktivis WWF Hilang di Sei Hulu Barito

Aktivis WWF Hilang di Sei Hulu Barito

PURUK CAHU–Sebuah perahu bermesin yang ditumpangi rombongan peneliti dari Palangka Raya, Kalteng dilaporkan karam di perairan hulu Sungai Barito, Sabtu (14/11) lalu. Akibat kejadian itu, empat orang selamat. Sedangkan satu orang sampai kemarin (15/11) dinyatakan hilang.

Perahu tersebut mengalami kecelakaan di perairan sungai kawasan Desa Tujang, Kecamatan Uut Murung. Untuk sampai perairan desa ini, memerlukan waktu sekitar empat hari empat malam dari Puruk Cahu, ibukota Kabupaten Murung Raya.

Perahu kayu berukuran kecil itu meninggalkan dermaga Puruk Cahu, Selasa (10/11) lalu. Rombongan dalam perahu ini terdiri dari Hendra Ramdan dari World Wild Foundation (WWF), Riskan Nooryakin dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Murung Raya, Santy dari Fakultas Kehutanan Unpar, dan dua orang LSM dari Palangka Raya. Nama dua aktivis LSM Palangka Raya ini belum diketahui namanya.

Dalam perjalanan, perahu yang mereka tumpangi karam diterjang derasnya arus sungai yang berbatu. Tepatnya di perairan Desa Tujang menuju Desa Tapos. Dalam insiden itu empat penumpang selamat. Sementara satu penumpang bernama Hendra Ramdan dari WWF dinyatakan hilang.

Kepala BLH Kabupaten Murung Raya Asnawiyah mengakui menerima rombongan tersebut pada Senin (9/11). Kedatangan mereka untuk meminta surat jalan dalam rangka melaksanakan pemetaan. “Mereka yang salah satunya dari WWF bernama Hendra Ramdan dan empat rekannya meminta surat jalan untuk melakukan pemetaan,” kata Asnawiyah, Minggu (15/11) malam.

Asnawiyah baru menerima informasi bahwa perahu yang membawa rombongan itu mengalami kecelakaan kemarin (15/11) siang. Informasi yang dia dapat, kecelakaan terjadi pada Sabtu (14/11) siang. Asnawiyah memperkirakan kecelakaan itu terjadi saat perahu rombongan ini menuju kawasan pegunungan Muller Schwaner. Tepatnya antara Desa Tujang dan Desa Topos Kecamatan Uut Murung.

Terpisah, Wakil Bupati Murung Raya Drs H Nuryakin MSi mengatakan Pemkab Mura sudah memerintahkan tim SAR meluncur ke lokasi kejadian. “Pemerintah Kabupaten Mura telah memberangkatkan TIM SAR lengkap pada hari ini ke TKP,” ungkap Nuryakin kepada wartawan Kalteng Pos. Nuryakin tampak terpukul dengan kejadian yang menimpa para peneliti dari  Palangka Raya itu.

Kapolres Murung Raya AKBP Raden Zulpahri membenarkan kejadian tersebut. Menurut Raden, pihaknya bersama Pemkab Murung Raya telah membentuk TIM SAR untuk  segera mencari anggota WWF yang hilang di DAS Barito yang terkenal dengan arusnya yang deras serta riam-riam yang ganas itu.

“Sejak laporan itu kita terima, kini kita telah membentuk Tim SAR yang nanti bergabung dan bekerjasama dengan Tim SAR Pemkab Murung Raya dalam upaya pencarian anggota WWF yang hilang,” jelas pamen ini.

Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: