Beranda > Kaltim, Peristiwa > 20 Siswa SMAN 2 Tarakan Kesurupan

20 Siswa SMAN 2 Tarakan Kesurupan

TARAKAN-Kesurupan kembali menimpa siswa SMAN 2 Tarakan. Kali ini sebanyak 20 siswa di Kampung Enam ini secara bergantian berteriak-teriak histeris hingga jatuh pingsan. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.00 Kamis (12/11).

Kesurupan pertama kali menimpa pelajar pria di kelas 3 IPS 1. Pelajar pria bernama Tri tersebut semula berada di dalam kelas dan sedang belajar, tiba-tiba dia berteriak histeris. Pelajar yang mendengar teriakan ini pun spontan langsung menolong.

Tidak lama kemudian beberapa pelajar perempuan yang ikut menolong Tri juga ikutan histeris. Seperti Juli dan Violeta yang menolong pun ikutan histeris dan jatuh pingsan. Tak pelak teman- teman yang lain pun langsung membopong teman-teman yang kesurupan ke dalam musollah.

Untuk mengatasi kesurupan, pihak sekolah juga memanggil orang pintar yang tinggal di sekitar lokasi sekolah untuk menenangkan pelajar yang kesurupan. Tak lama setelah dibacakan ayat suci Al Quran pelajar yang kesurupan langsung siuman.

Dewi, satu pelajar mengatakan, ketika sedang belajar di dalam kelas, dia kaget mendengar Tri  berteriak histeris. “Saya kaget kok laki-laki teriak-teriak gitu. Mendengar teriakan itu Violeta mencoba menolong Tri, eh ternyata ikutan teriak histeris juga, dan akhirnya beberapa teman yang lain juga berteriak, ada yang sambil menangis,” katanya.

Sedangkan Violeta pelajar yang juga mengalami kesurupan mengaku, tidak sadar sama sekali apabila mengalami kesurupan. “Tadi hanya menolong teman, tapi saat menolong tiba-tiba kepala saya langsung pusing,” ucapnya.
Sementara itu, Daiman Syahrin, orang pintar yang menenangkan pelajar mengakui, salah satu pelajar kemasukan roh halus, sehingga kesurupan. “Memang ada, tapi tidak banyak hanya ada satu saja yang mengganggu,” ujarnya.

Daiman mengatakan, puluhan pelajar yang lain juga mengalami kesurupan, karena pelajar tersebut mengalami sugesti dari pelajar yang lain yang berteriak histeris.

“Mereka yang lain hanya mengalami sugesti saja, melihat temannya ikutan berteriak, yang lain juga ikutan. Hal ini karena mereka yang ikutan ini perutnya kosong, sehingga pikirannya pun ikutan kosong, sehingga dengan mudah terkena sugesti dalam peristiwa ini,” ujarnya.

Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: