Beranda > DAS Barito > Lahan Pertanian Telantar

Lahan Pertanian Telantar

MUARA TEWEH-Ratusan hektare lahan pertanian dengan sistem saluran irigasi di wilayah Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah telantar.

“Sebagian besar lahan yang terlantar itu bukan milik petani melainkan milik mantan pejabat dan warga luar daerah,” kata seorang warga Muara Teweh, Asari, Selasa.

Ia mengatakan, para petani setempat tidak bisa mengembangkan kawasan tersebut untuk bercocok tanam khususnya persawahan karena lahan sudah dimiliki orang lain bahkan dilengkapi sertifikat.

Warga, kata dia, terpaksa menggarap lahan orang lain, karena kalau tidak memanfaatkan kawasan itu saluran air irigasi tidak sampai ke persawahan petani.

“Namun yang menjadi kendala lahan itu sering diambil lagi oleh pemiliknya, setelah itu tidak dimanfaatkan,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Barut Sunoto mengakui saat ini ada ratusan hektar lahan pertanian yang tidak dimanfaatkan secara maksimal sehingga terkesan terlantar.

Padahal sekitar 775 hektare dari luas lahan 1.163 hektare sangat potensial untuk persawahan dan budidaya kolam ikan karena sudah tersedia saluran irigasi melalui Dam Terinsing dan Trahean.

Saluran irigasi ini dibangun dengan dana miliaran rupiah, yang mampu mengairi persawahan seluas ratusan hektar.

“Para pemilik tidak memfungsikan lahan itu dan dibiarkan terlantar,” katanya, didampingi Kabid Pertanian, Roosmadianor.

Kawasan lahan yang potensial itu tersebar di Desa Terinsing sebanyak 688 hektare, Trahean 175 hektare dan Transbangdep 300 hektare.

Namun lahan persawahan yang ditanami petani di desa eks transigrasi itu hanya 140 hektare yakni Desa Trinsing dan Trahean masing-masing 60 hektar sedangkan Transbangdep hanya 20 hektare dengan petani sekitar 162 kepala keluarga.

“Jadi lahan yang terlantar itu perlu dimanfaatkan apalagi saat ini pemerintah pusat memprogramkan peningkatan dan perluasan lahan persawahan,” jelasnya.

Pemerintah di kabupaten pedalaman Sungai Barito pada tahun ini memprogramkan perluasan lahan pertanian seluas 50 hektare di Kecamatan Teweh Tengah dan pencetakan sawah 30 hektare di Desa Jamut Kecamatan Teweh Timur.

Selain itu pemerintah daerah setempat mendorong pemilik maupun petani setempat untuk membuka lahan yang ada baik digunakan sebagai persawahan maupun kolam ikan.

“Sebagian lahan di kawasan pertanian irigasi tersebut bukan lahan subur sehingga perlu penanganan khusus,” katanya.

Tag:
  1. 14 November 2009 pukul 7:21 AM

    Mereka beli terus ditelantarkan begitu saja…mubazir sekali.
    Memang harus ada yang bertindak tegas dalam hal ini. Jika dibiarkan..sudah berapa ton hasil pertanian yang seharusnya telah dihasilkan hanya lenyap di depan mata…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: