Beranda > Kaltim > Samarinda Paling Brengsek!

Samarinda Paling Brengsek!

SAMARINDA-Gubernur Kaltim Awang Faroek mengajak seluruh daerah di Kaltim untuk bersama-sama melakukan gerakan menyelamatkan Kaltim dari kerusakan alam yang lebih parah.

Ajakan itu ia sampaikan saat meluncurkan program Kampanye Taman Nasional Kutai (TNK) dengan tema “Cintai TNK, Selamatkan TNK” di Samarinda, kemaren, (Senin, 9/11).

Acara ini dirangkaikan dengan workshop integrasi kawasan garapan Orangutan Concervation Service Programme (OSCP). Hadir di acara itu Kepala Balai TNK Ir Tandya Tjahjana, Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Dephut yang diwakili Kepala Pusat Informasi Konservasi Alam Agus Haryanta, Sekkab Kutim Sjafruddin Achmad serta sejumlah LSM yang bergerak di bidang lingkungan hidup.

“Di Kaltim ini, Samarinda yang paling brengsek, tata ruangnya tidak jelas, hutan kota dihabisi untuk bikin gedung. Ini, pemimpin yang seperti ini jangan dipilih lagi. Jangan pilih kepala daerah yang tidak cinta dengan lingkungan,” kritik Awang.

Terkait dengan kampanye TNK, ia meminta untuk tidak sebatas TNK, tapi Kaltim. Bagaimana mewujudkan Kaltim hijau. Banyak yang harus diselamatkan untuk keberlangsungan bumi Kaltim ini. Tidak hanya hijau, keanekaragaman hayatinya juga harus diselamatkan. Burung enggang salah satunya, itu harus diselamatkan.

“Saya sudah minta ke Badan Lingkungan Hidup, Pak Tuparman, agar memasukkan muatan lokal di sekolah sejak kecil, sejak SD, yakni pelajaran bagaimana menjaga alam ini. Anak-anak diajak tanam pohon. Saya saja sering mengajak cucu saya menanam pohon. Tidak sekedar seremonial menanam pohon di acara tertentu, kemudian sudah, tidak menanam lagi. Apakah pohonya hidup atau tidak, kita juga tidak tahu. Nah, yang diharapkan sekarang, one man one tree itu harus diwujudkan,” ujar Awang.

Menurut Gubernrur, mengatasi persoalan di TNK harus dengan hati, tidak bisa dengan hukum semata. Sebab yang dihadapi adalah manusia. Sehingga tidak mungkin mengusir warga keluar dari TNK.

“Enclave merupakan solusi terbaik untuk mengatasi masalah TNK. Untuk itu saya berharap usulan perubahan tata ruang Kaltim yang sekarang ada di tangan Menteri kehutanan dapat disetujui dengan segera,” tandas Awang Faroek.

Dengan enclave, tambah Awang, aparat hukum bisa bertindak tegas jika masyarakat tetap masuk ke kawasan yang tidak termasuk kawasan enclave.

“Sama halnya ketika saya melakukan pemagaran TNK, saya mendapat cemoohan dari berbagai pihak. Katanya, hutan kok dipagar? Loh, salahnya di mana? Ini kan cara kita untuk menegaskan bahwa ini kawasan terlarang, jangan dilewati, jangan dimasuki.”

Untuk itu ia berharap segera ada keputusan dari Menhut. Sudah beberapa menhut berganti, tapi usulan enclave yang masuk dalam perubahan tata ruang, tidak juga tereaslisasi.

“Saya juga harus hati-hati menyikapi persoalan ini. Saya tidak mau terjebak dalam persoalan hukum. Tapi yang pasti saya ingin solusi terbaik untuk daerah saya, warga saya, yakni enclave TNK. Mereka sudah di TNK sejak lama, sudah tidak bisa diapa-apakan lagi. Ini murni soal komitmen membangun kaltim untuk menjadi lebih baik,” ungkapnya.

kampanye TNK merupakan gerakan yang bertujuan membangun rasa mencintai terhadap TN Kutai. Kampanye ini ditujukan khususnya kepada masyarakat yang bermukim di kawasan TNK agar mereka dapat menjaga kawasan tersebut.

Menurut Kepala Proyek Kampanye TNK Eko Satiya Husada, Senin, kondisi TNK yang semakin memprihatinkan perlu segera diselamatkan guna menghindari bencana yang lebih besar. Bencana yang mengancam adalah lenyapnya dua kota, Bontang dan Sengata yang bisa rata dengan laut.

“Saat ini saja persoalan yang sudah dihadapi Bontang & Kutim, yakni keterbatasan sumber air bersih yang bersumber dari air tanah dan semuanya itu berasal dari TNK. Belum lagi semakin banyaknya satwa liar dari TNK yang kini masuk ke kawasan pemukiman warga, karena habitat mereka yang rusak,” jelasnya.

Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: