Beranda > Serimonial > Tujuh Kasus Kriminal Timpa Jemaah Calon Haji Indonesia

Tujuh Kasus Kriminal Timpa Jemaah Calon Haji Indonesia

JAKARTA-Tindak kriminal terhadap calon haji Indonesia terjadi. Terhitung sejak 1 November lalu, saat jemaah calon haji Indonesia mulai memasuki Mekah, hingga Minggu (8/11), setidaknya sudah tujuh kasus kriminal.

Itu yang tercatat oleh Sektor Khusus Jemaah Sesat Jalan. Jenis kasusnya beragam, mulai dari penipuan, perampasan uang, hingga pelecehan seksual. “Pelakunya kebanyakan mukimin, yakni orang Indonesia yang bermukim di sini. Kasus-kasus seperti ini terjadi setiap tahun,” ujar Kepala Sektor Khusus Jemaah Sesat jalan, M Ali Saifudin, di Mekah.

Beragam modus digunakan si pelaku. Ada yang berpura-pura menjadi petugas, ada pula yang berlagak menjadi sesama jemaah. Kadang mereka berpakaian biasa, kadang berseragam yang mirip petugas.

Ada pelaku yang memakai perlengkapan tas paspor bergambar bendera merah putih layaknya tas jemaah. Bahkan, ada pula yang berpakaian ihrom.

“Hampir semuanya berpura-pura menolong jemaah yang kebetulan terpisah dari rombongan atau mencari toilet maupun tempat wudu. Pura-pura membawakan tas, menanyakan identitas, kemudian membawa kabur uang dan benda berharga milik jemaah,” jelas Ali yang berasal dari unsur kepolisian.

Aksi intelijen kecil-kecilan yang dilakukan Ali bersama timnya berhasil mengidentifikasi sejumlah pelaku. Menurutnya, pelaku berkelompok dengan jumlah beragam. Ada yang mencapai tujuh orang. Mereka terorganisir dan bisa membedakan antara jemaah dan petugas.

Meski bisa mengidentifikasi, menurut Ali, pihaknya tidak bisa begitu saja menangkap orang yang dicurigai tersebut. “Lain dengan di Indonesia, di sini, kami harus memiliki bukti kuat lebih dulu untuk bisa menangkap dan menginterogasi mereka,” terang Ali.

Ali juga menjelaskan, jumlah personelnya di lapangan yang hanya 12 orang menjadi batasan tersendiri. Jika mengikuti teori kepolisian, perbandingan 1 petugas untuk 200 jemaah baru ideal. Namun, itu jelas tidak mungkin mengingat kuota petugas haji yang terbatas. Maka, tidak ada cara selain memaksimalkan fungsi pengamanan jemaah.

Selain itu, berulang-ulang Ali berpesan agar jemaah selalu berhati-hati. Pesannya seperti jangan pernah bepergian atau berjalan sendirian. Jika bepergian, bawa uang secukupnya saja, jangan pernah menyerahkan tas yang berisi barang berharga kepada siapapun. Jangan mudah percaya pada orang yang baru dikenal, selalu berkoordinasi dengan kepala regu atau rombongan.

Jika sesat jalan, minta tolonglah pada petugas haji Indonesia, atau pada petugas keamanan Arab Saudi agar diantar ke pos petugas haji Indonesia, dan bagi jemaah wanita, kenakan busana muslimah yang longgar. Soalnya, pakaian ketat meski menutup seluruh tubuh berpotensi mengundang aksi pelecehan seksual.

 

Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: