Beranda > Kaltim > Peserta Pesparawi IX Aset Daerah

Peserta Pesparawi IX Aset Daerah

SAMARINDA-Mendengar lagu pujian rohani yang dibawakan oleh paduan suara terlatih hingga solois yang mempunyai kemampuan vokal baik, membuat tiga gedung yang berada di kompleks Stadion Madya Sempaja gemuruh dengan tepuk tangan dan teriakan histeris, serta suara-suara pemberi semangat. Penonton yang memadati arena gedung seolah berebut memberikan tepuk tangan yang paling meriah untuk kontingen mereka yang sudah tampil.

KEJADIAN ini bisa dilihat dalam ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional IX, digelar di Kompleks Stadion Madya Sempaja. Kemarin, Senin (9/11) adalah hari pertama digelarnya lomba ini. Tidak heran jika seluruh peserta memanfaatkan momen pertama kali tampil dengan sebaik-baiknya. Begitu pula dengan suporter yang memberikan dukungan.

Meski sudah mengetahui tata tertib, tidak diperbolehkan tepuk tangan sebelum peserta menyelesaikan seluruh lagu, ada saja yang tergoda untuk memberikan applaus saat kontingen mereka bernyanyi  dengan bagus.

Hari pertama Pesparawi IX menggelar tiga cabang lomba di gedung yang terpisah yakni, Lomba Paduan Suara Pria bertempat di Hall Basket, Lomba Paduan Suara Anak (Gedung Bulu Tangkis) dan Lomba Solo Remaja Putri (Gedung Pusdiklat). Tiga cabang lomba yang digelar dalam dua sesi pagi dan siang hari ini tidak saja membuat penonton terpukau dengan kamampuan para peserta, dewan juri yang menyaksikan penampilan peserta pun berdecak kagum.

“Semua peserta tampil bagus, mulai dari segi penggarapan lagu mereka benar-benar latihan. Ini menjadi hal positif bagi remaja bisa menekuni jenis lagu seriosa yang klasik. Mereka bisa terus dibina karena ini menjadi aset provinsi masing-masing, syukur-syukur mereka bisa menjadi regenerasi pelatih kelak,” ujar Rita Hutagalung, seorang dosen musik dan konsultan pendidikan musik yang menjadi salah seorang dewan juri Solois Remaja Putri.

Keseluruhan lomba yang digelar pada hari pertama berjalan lancar, meski ada beberapa kontingen yang datang terlambat mengingat akomodasi mereka berada di wilayah Tenggarong.

Pihak panitia penyelenggara dari Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) menegaskan, jika kejadian ini tidak membuat serta merta peserta langsung didiskualifikasi. Sebaliknya peserta bisa tetap tampil pada sesi selanjutnya.

Sementara itu, pada hari kedua pelaksanan Pesparawi IX kembali akan menggelar tiga cabang  lomba yakni, Paduan Suara Wanita, Paduan suara Remaja dan Solo Anak Putra, hari ini, Selasa (10/11).

Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: