Beranda > Kalsel > Kalsel Dapat Bonus Rp20 Miliar

Kalsel Dapat Bonus Rp20 Miliar

BANJARMASIN– Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendapatkan bonus Rp20 miliar sebagai penghargaan dari pemerintah pusat terhadap kinerja dan pemanfaatan keuangan untuk kesejahteraan masyarakat. Gubernur Kalsel Rudy Ariffin di Banjarmasin, Minggu (8/11), mengatakan bonus tersebut diserahkan oleh Dirjen Perimbangan Keuangan pada saat penyerahan penghargaan beberapa waktu lalu.

“Bonus tersebut akan kita masukkan dalam APBD untuk dimanfaatkan bagi kepentingan pembangunan Kalsel,” katanya.

Menurut dia, penghargaan keuangan tersebut hanya diterima oleh sembilan provinsi dari 33 provinsi di Indonesia. Khusus Kalimantan hanya Kalsel dan Kalimantan Tengah (Kalteng) yang mendapatkan penghargaan dan bonus penambahan APBD tersebut.

Selain itu, kata dia, Dirjen Keuangan berjanji akan membatalkan rencana pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp48 miliar.

“Saya sudah konsultasikan langsung dengan Dirjen agar jangan ada pemotongan, dan Dirjen janji tidak ada pemotongan itu,” katanya.

Sebelumnya, penghargaan terhadap kinerja keuangan Pemprov Kalsel tersebut berdampak pada pengurangan dana perimbangan APBD baik itu dana alokasi umum (DAU) maupun dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp48 miliar.

Kepala Biro Keuangan Kalsel, Gustava Yandi mengatakan, rincian pengurangan tersebut yaitu pada APBD 2010 DAU dianggarkan sama dengan 2009 yaitu Rp483 miliar, ternyata dilihat dari situs internet Dirjen Keuangan DAU menjadi hanya Rp458 miliar atau turun Rp25 miliar.

Begitu juga dengan DAK pada 2010 juga dianggarkan sama dengan APBD 2009 Rp43 miliar ternyata tinggal Rp19 miliar atau turun Rp23 miliar, dengan demikian total penurunan APBD 2010 Rp48 miliar.

“Wajar kita mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat karena dalam tiga tahun terakhir penyusunan APBD Kalsel selalu tepat waktu, selain itu juga PAD terus meningkat signifikan. Hanya saja penghargaan tersebut berdampak pada pengurangan dana perimbangan,” katanya.

Dengan adanya pengurangan tersebut, kata Yandi, seluruh satuan dinas harus mengantisipasinya dengan langkah-langkah kongkrit mengingat pengurangan dana tersebut akan berpengaruh terhadap rencana kerja dan biaya masing-masing dinas sebagaimana yang telah tercantum dalam APBD 2010 yang telah diketok oleh DPRD.

Dalam tiga tahun terakhir Pemprov Kalsel mampu meningkatkan PAD hingga kini posisi PAD Kalsel 52 persen dari APBD.

Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: