Beranda > Hukum > Berantas Mafia Hukum dari Internal Aparat

Berantas Mafia Hukum dari Internal Aparat

JAKARTA-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadikan isu pemberantasan mafia hukum sebagai prioritas dalam program 100 hari pemerintahannya. Itu merupakan pelaksanaan janji SBY untuk memberantas praktik korupsi yang menggurita, termasuk dugaan kriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Direktur Setara Institute Hendardi mengapresiasi komitmen presiden tersebut. Namun, dia mengingatkan, mafia hukum dalam konteks Indonesia berbeda dengan yang terjadi di luar negeri.

Misalnya, di AS yang mengarah pada ikatan kekeluargaan etnis Italia yang menguasai praktik ilegal. Sebaliknya, di Indonesia mafia hukum justru tumbuh dari “orang dalam’’, baik di kepolisian, kejaksaan, pengadilan, maupun KPK.

“Sumber korupsi sejatinya dari sana. Bukan markus (makelar kasus, red) yang kecil-kecil itu. Terlalu cetek program 100 hari presiden kalau menyederhanakan mafia hukum dengan markus,” kata Hendardi di Jakarta, Ahad (8/11).

Menurut dia, para markus akan selalu ada dalam setiap proses hukum. Dia mencontohkan terungkapnya peran Ari Mulyadi dan Edi Sumarsono dalam rekaman penyadapan Anggodo Widjojo.

Markus tidak akan pernah ada bila peluang main mata aparat dengan pihak luar tertutup. “Markus itu hanya akibat dari suatu sebab,” tegas mantan direktur eksekutif Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) itu.

Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: