Beranda > DAS Barito > Butuh Saran Untuk Penanganan Sungai Bengaris

Butuh Saran Untuk Penanganan Sungai Bengaris

Laporan : Tauhidin Noor DS, SH

MUARA TEWEH-Banjir dadakan yang sering melanda warga masyarakat di tepian sungai Bengaris yang terletak persis ditengah Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara (Barut) membutuhkan saran dan pendapat dari semua pihak, terkait dalam rangka penanganan serta pola yang tepat dalam mengatasi air bila di musim hujan.

Karena sungai Bengaris ini apabila hujan turun akan meluap dan warga setempat sering mengalami kebanjiran dengan merendam sejumlah pemukiman warga sekitar yang tidak jauh dari bantaran sungai itu.

Kepala Dinas PU Ir Helmi melalui Plh Kepala Bidang Sumber Daya Air Mansaji, SST di Muara Teweh, Rabu (4/11) kemarin mengatakan, sungai bengaris ini memang membutuhkan penanganan serius dari Pemerintah.

“Untuk itu, kita berpendapat dengan rencana akan membangun beberapa titik waduk sebagai tempat penampungan air yang nantinya akan dialiri dari sungai bengaris di saat sungai itu meluap,” kata Mansaji.

Dinas teknis pada tahun depan akan berupaya menganggarkan biaya untuk membangun beberapa titik waduk penampungan air di bantaran sungai untuk mengatasi bencana banjir dadakan tersebut.

“Rencana pembangunan ini sudah kita konsultasikan dengan pihak konsultan dan mereka sudah buat perencanaan, apakah cocok di bantaran sungai bengaris nanti kita buat semacam waduk penampungan air,” ujarnya.

Sungai bengaris terang dia, mempunyai panjang kurang lebih 11 kilometer, saat ini dilakukan perawatan hanya 5,700 kilometer, sedangkan sisanya masih belum dilakukan, karena keterbatasan alokasi anggaran.

Padahal sungai tersebut butuh dana setiap tahunnya untuk biaya perawatan, mengingat pada musim penghujan masyarakat disekitar bantaran sungai sering mengeluhkan, karena rumah mereka sering terendam air atau kebanjiran.

“Untuk itu kita akan mencari solusi yang terbaik agar masalah banjir di sungai bengaris bisa teratasi atau setidaknya mengurangi risiko kebanjiran dengan membuat waduk penampungan sementara,” tambah Asrol Kurnia Diatma, Kasi Pembangunan Sumber Daya Air.

Dikatakannya, pembangunan waduk penampungan air di beberapa titik di sekitar sungai bengaris tentunya terlebih dulu berkordinasi dengan warga sekitar, karena pembangunan itu memerlukan lahan masyarakat dan nantinya jangan sampai ada berbenturan masalah ganti rugi.

Menurutnya, dana yang diperlukan untuk pembangunan waduk penampungan tersebut kurang lebih Rp 3 miliar yang kemungkinan dilakukan secara bertahap.

“Oleh karena itu kita akan tawarkan dan berkordinasi dengan masyarakat mengenai tanah mereka yang terkena titik pembuatan, apakah mau menghibahkannya, sementara untuk dana ganti rugi kita masih belum menganggarkannya,” ujarnya.

Disamping rencana pembangunan beberapa titik waduk, pihaknya juga akan mengalokasikan dana anggaran rutin setiap tahun untuk pemeliharaan sungai walaupun jumlahnya sedikit, akan tetapi setidaknya kondisi sungai dapat terawat dengan baik untuk mempelancar arus, sehingga kalau terjadi hujan air dapat mengalir dengan lancar dan mengurangi risiko kebanjiran. (*)

Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: