Beranda > DAS Barito > Pembuatan Jalan Tambang Sebabkan Pohon Karet Mati

Pembuatan Jalan Tambang Sebabkan Pohon Karet Mati

Laporan : Mardedi

POHON BUAH PITANAK, PT HARFA
Endapan Air Lumbur

MUARA TEWEH-Manajemen perusahaan batu bara PT Harfa Taruna Mandiri bener-benar keterlaluan. Padahal kegiatan pembukaan jalan dan angkutan tambang perusahaan di sekitar hutan DesaLemo, Barito Utara (Barut) telah menyebabkan tanam tumbuh di kebun warga mati tapi manajemen tak mau melakukan ganti rugi. Tanam tumbuh yang mati di antaranya pohon karet, pohon buah-buahan dan pohon Tengkawang tanaman. Tanam tumbuh itu mati setelah sekian lama terendam air lumpur yang mengendap di areal kebun karena drainase tertutup timbunan gorong-gorong jalan.

“Surat permohonan gati rugi sejak awal sudah kami sampaikan ke manajemen namun hasilnya hanya perintah pengecekan kelapangan sedangkan ganti rugi tak juga direalisasikan. Pengecekan dua kali, 18 November dan 9 Desember 2008,” kata salah seorang pemilik kebun, Kurliansyah (50), Senin (2/11).

Jumlah pohon tanam tumbuh yang mati hampir ratusan batang, termasuk pohon karet, pohon buah-buahan dan pohon Tengkawang tanaman. Sedangkan pemiliknya ada delapan orang. Kebun mereka berada persis dipinggir lalulintas jalan angkutan tambang kuasa pertamabangan (KP) PT Harfa Taruna Mandiri.

Selain adanya realisasi ganti rugi, pemilik kebun sangat berharap dilakukan perbaikan drainase. Sebab dalam pengamatan mereka, ada puluhan batang lagi pohon karet dan pohon buah-buahan terancam mati.

Menurut Kurliansyah, 9 Pebruari 2009 sebenarnya ada surat perusahaan yang sempat membuat lega pemilik kebun. Karena dalam surat disebutkan telah disepakati manajemen perusahaan untuk memperbaiki gorong-gorong dan saluran air agar tak merendami kebun warga.

Dalam surat juga disepakati manajemen untuk melakukan gati rugi atas tanam tumbuh kebun warga yang mati sesuai harga standar konvensasi yang disepakati sejak awal pembebasan. Bahkan akan disediakan tong air bersih di kebun warga disepanjang jalan dilewati angkutan tambang.

Tapi ternyata itu omong kosong karena buktinya hingga sekarang janji itu tak satupun direalisasikan oleh perusahaan. Beberapa kali pihak manajemen didatangi pemilik kebun di camp, namun mereka tetap enggan menyelesaikannya.

“Debu jalan dari angkutan tambang juga sangat berbahaya bagi kelangsungan tanam tumbuh kami di kebun. Kami sangat berharap ada perhatian dari pihak perusahaan, terutanam pihak yang bertanggungjawab terhadap pengeluaran ijin KP,” ucap Kurliansyah.

Diakui Kurliansyah, berbagai upaya sudah mereka lakukan agar proses ganti rugi secepatkan terealisasi. Upaya terutama dengan beberapa kali mengirim surat kepada manajemen perusahaan namun sepertinya tak ditanggapi.

Perlakukan tak adil pihak perusahaan menyebabkan para pemilik kebun mengupayakan bantuan pemerintah daerah. Tepatnya 17 Pebruari 2009, warga pemilik kebun mengirim surat kepada Bupati Barut perihal permohonan bantuan penyelesaian gati rugi dengan pihak PT Harfa, namun hingga kini tak juga ada tanggapan.

Merasa dikebiri pihak Pemkab Barut, pemilik kebuh pun mengirim surat serupa kepada Gubernur Kalteng di Palangkaraya. Surat nomor 03/Wrg-Lm/2009 dikirim 7 Mei 2009, dengan tembusan Mentri ESDM, Mentri Lingkungan Hidup dan Ketua DPR RI di Jakarta.

Surat permohonan bantuan penyelesaian mendapat tanggapan dari Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang. Surat nomor 180.2/1.013/HUK terbit 11 Agustus 2009 ditujukan untuk Bupati Barut agar segera menyelesaikan permasalah itu sesuai dengan kewenganan dan perundangan yang berlaku.

Bupati Barut dalam hal itu diminta melaporkan perkembangannya kepada Gubernur Kalteng. “Meski sudah ada surat Gubernur tapi permasalahan gati rugi tak juga direalisasikan,” imbuh Kurliansyah.

Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: