Beranda > DAS Barito > Bekas Tambang Belum Direklamasi

Bekas Tambang Belum Direklamasi

MUARA TEWEH – Dinas teknis terkait sepertinya harus lebih ketat lagi mengawasi aktivitas perusahaan tambang batu bara di Kabupaten Barito Utara. Pasalnya kini banyak lobang bekas galian tambang ditinggalkan begitu saja tanpa dilakukan reklamasi.

Hasil pantauan, sedikitnya ada empat perusahaan diketahui membiarkan bekas galian tambangnya tanpa dilakukan penimbunan (reklamasi) maupun repegetasi (penanaman kembali).

Perusahaan tersebut di antaranya PT Harfa Taruna Mandiri beroperasi di Desa Lemo 1 Kecamatan Teweh Tengah, PT Batara Perkasa di Desa Panaen Kecamatan Teweh Timur, PT Rezki Tambang Semesta (RTS) di Desa Panaen dan PT Victor Dua Tiga Mega di Desa Luwe Kecamatan Lahei.

Masing-masing perusahaan tersebut telah membuka lebih dari sepuluh vit (galian tambang) di lahan ijin Kuasa Pertambangan (KP) miliknya. Meski sudah meninggalkan cukup lama beberapa vit, namun tak satupun dilakukan reklamasi maupun repegetasi.

Dari empat perusahaan tersebut paling parah merusak lingkungan disekitar hutan adalah PT Victor Dua Tiga Mega dan PT RTS. Bahkan PT RTS sekarang sudah tak operasi lagi karena lahan di take over perusahaan lain. Tapi lobang bekas galian dilahan mereka tak satupun dilakukan reklamasi.

Sedangkan PT Vicktor Dua Tiga Mega sudah membuka 16 vit, namun tak satupun lobang bekas galian mereka dilakukan reklamasi. Kini lobang bekas galian perusahaan yang salah satu dari pimpinannya ada hubungan famili dengan Kabid Pertambangan Daud Danda itu menyerupai danau dengan air berwarna hijau kecoklatan.

Warga setempat sangat keberatan bekas galian tak dilakukan reklamasi. Apalagi air dari kawah mengalir mulus ke sungai Inu yang bisa mengancam kesehatan warga desa setempat. “Kami keberatan bekas galian tak ditutup kembali,” ucap beberapa warga bermukim disekitar lokasi tambang.

Edy Nugroho, Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Analisa Masalah Dampak Lingkungan (Amdal) Badan Lingkungan Hidup Barut membenarkan banyak lobang bekas galian tambang perusahaan batu bara belum di lakukan reklamasi.

“Dokumen Amdalnya lengkap tapi dilapangan realisasinya belum maksimal. Kita terus melakukan pemantauan agar meminimalisir kerusakan lingkungan disekitar lokasi tambang. Ini sesuai instruksi pimpinan,” ucap Edy.

Menurut Edy, secara teknis, tiap membuka vit baru, perusahaan harus melakukan reklamasi pada vit lama dan begitu seterusnya. Agar disekitar bekas galian tak mencemari lingkungan disekitarnya.

Pimpinan empat perusahaan tambang batu bara tersebut tak satupun berhasil di konfirmasi. Namun beberapa di antaranya pernah mengajukan alasan tak melakukan reklamasi karena keterbatasan dana ada juga mengatakan bekas galian masih potensial ditambang.

“Itu alasan klasik setiap kita melayangkan surat teguran. Padahal keterbatasan dana sudah menjadi resiko perusahaan sedangkan bekas galian masih potensi kenapa ditinggal hingga berbulan-bulan,” kata Edy.

doc by suarapublic

Lobang Bekas Gailian Tambang PT Victor Dua Tiga Mega

Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: