Beranda > DAS Barito > Paman Penebar Aib

Paman Penebar Aib

MUARA TEWEH – Arbanding(30) benar-benar biadab. Keponakan sendiri sebut saja namanya Melati(16), digauli hingga hamil dan melahirkan. Celakanya lagi si paman tak bertanggungjawab pergi begitu saja meninggalkan aib bagi keluarga.

Cerita pilu ini terjadi di RT 05 Kelurahan Jingah Kecamatan Teweh Tengah, Barut. Kejadian terungkap setelah penemuan orok (bayi) oleh Edung(32), warga setempat, di pinggiran sungai desa setempat.

Edung tak mau ambil resiko. Penemuan orok yang sudah membusuk itu kemudian dibeberkan kepada Surung(69), tokoh masyarakat setempat. Surung kemudian menghubungi Polisi Masyarakat, Hartel, agar bisa ditindak lanjuti laporannya kepada aparat setempat.

Warga gempar begitu mengetahui penemuan orok tersebut. Bersama Polmas dan masyarakat setempat, Surung, mencari tahu siapa ibu si bayi. Pencarianpun memakan waktu hingga berjam-jam.

Tak berselang lama, Melati, siswi kelas I salah satu SMA di Muara Teweh kepada Kakeknya, Sudak(72), kemudian membeberkan jika orok yang ditemukan warga adalah bayinya. Guna menutupi aib, Melati terpaksa melahirkan di belakang rumahnya.

Bayi ditinggalkan begitu saja setelah dilahirkan. Bayi berdasarkan pengakuan Melati kepada Surung, sudah menginggal sebelum melihat dunia. Melati sendiri melahirkan tanpa dibantu oleh bidan.

Bayi ditemukan Edung sudah tak utuh lagi. Tersisa hanya pahanya saja sedangkan organ tubuh lainnya habis dimakan binatang. Warga setempat menyebutkan binatang yang memakan tubuh dan kepala bayi itu Komodo atau bahasa daerah setempat disebut Bidawang.

Lokasi penemuan orok, sekitar 20 meter dari tempat Melati melahirkan. Orok tak pada tempatnya lagi karena dibawa binatang. “Saya melihat sendiri Bidawang membawa sesuatu. Tapi saya tak mengetahui jika yang dibawanya orok,” sebut Surung.

Warga tersentak kaget mendengar pengakuan Melati. Karena sebelumnya mereka tak melihat tanda-tanda Melati hamil. Ini didukung dengan postur tubuhnya yang subur alias gembrot. Teman-teman disekolahnya pun tak mencurigai jika Melati hamil, termasuk gurunya.

Hanya saja belakangan dia terlihat sering murung dan cepat pulang sebelum jam sekolah berakhir. Akibat sering pulang dan jarang masuk sekolah, Melati berkali-kali kena tegur bahkan sampai dapat surat peringatan dari kepala sekolahnya.

“Dia pertaman kali digaluli pamannya Mei 2008. Dia terpaksa melayani nafsu birahi pamannya karena dipaksa dan diacam. Namun bentuk ancamannya kami tak tahu persis karena setelah menceritakan yang menghamili dia pamannya, dia bungkam dan hanya menangis,” cerita Surung.

Kini paman yang tak bertanggungjawab tersebut diketahui warga pergi ke Palangkaraya. Rencanya pelaku balik ke kampung setempat, Kamis (26/2) sore. Beberapa warga sudah menghubungi namun tak membeberkan jika kasus itu sedang ditangani kepolisian.

Orok malang itu kemudian dikubur warga setempat disekitar kebun karet, Rabu sore. Hal itu dilakukan mengingat kondisi orok sudah membusuk. Selain itu sesuai permintaan Kakek Melati, agar orok harus dimakamkan hari itu juga.

Sedangkan Melati saat ini masih tergeletak lemah di ruang rawat inap RSUD Muara Teweh. DIa mengalami pendarahan hebat sehingga harus dirawat intensif. Melati sendiri dilarikan ke rumah sakit oleh penyidik Polres Barut.

Guna keperluan otopsi kuburan bayi Melati terpaksa dibongkar. Pembongkaran dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Barut AKP Dadan Wiralaksana.

Prosesi pembongkaran sendiri menyedot perhatian masyarakat setempat. Puluhan warga memadati lokasi kuburan. Namun hanya beberapa yang berada dilokasi, selebihnya menonton dipinggir jalan, desa setempat.

Bayi malang itu dikubur warga dihutan sekitar kebun karet, atau hanya puluhan meter dari lokasi penemuan orok. Hadir dilokasi pembongkaran kuburan bayi Melati beberapa orang dokter RSUD Muara Teweh.

Bayi dalam kubur dibalut kain warna butih dibungkus plastik warna hitam. Untuk pengganti peti, bayi ditaroh dalam beskom warna hitam. Ketika dibongkar orok yang hanya tersisa pahanya saja itu tidak utuh lagi karena sudah diurungi ulat.

Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: