Beranda > DAS Barito > Ikan Sungai Mati Kena Racun

Ikan Sungai Mati Kena Racun

Laporan : Mardedi

MUARA TEWEH – Para pemburu ikan berulah benar-benar kelewatan. Demi keuntungan mereka nekat meracun ikan di sungai. Akibatnya ribuan ikan mati sia-sia. Adalah warga Desa Manggal Kelurahan Jambu yang dibuat resah atas ulah pencari ikan dengan cara meracun ini.

“Coba lihat di pinggiran pantai banyak sekali ikan mati. Begitu juga di sungai ikannya hanyut dan membusuk,” kata sejumlah Warga Desa Jambu.

Informasi diperoleh, para pencari ikan dengan cara meracun itu menggunakan obat Akodan (obat racun tanaman).

Kejadian ini sudah berulang kali dilakukan. Diduga kuat para pelaku menjalani aksi dari kawasan dalam di perairan Sungai Teweh.

“Warga dibuat resah. Selain ikan banyak mati, anak-anak kami juga terserang penyakit gatal-gatal, akibat mandi di sungai,” kata Rudi, salah seorang warga Desa Jambu.

Ribuan ikan yang mati beragam jenis, baik ikan besar maupun kecil. Jenis ikannya antara lain Ikan Baung, Salap, Ikan Lele Sungai, Lais, Udang dan juga Saluang.

“Kami meminta aparat keamanan bisa menangkap mereka agar mereka jera,” kata Agus, warga Desa Jambu lainnya.

Menurut warga setempat, menangkap ikan sungai dengan cara meracun selalu dilakukan sejumlah oknum pada musim kemarau. Modusnya dilakukan malam hari.

Ikan hasil tangkapan itu, lalu dijual di sejumlah pasar tradisional. Jika konsumen tahu, mereka tak mungkin mau membelinya. Dampak ini pula yang sering mengakibatkan, warga sakit.

“Secara tidak langsung, mereka bukan saja meracun ikan tapi juga meracun manusia. Kan ikannya dijual lagi di pasar. Obat racun yang digunakan sangat berbahaya. Kemarin warga ada melihat kucing mati, akibat memakan ikan yang kena racun,” ucap Agus.

Pantauan sepanjang pantai Sungai Teweh (anak sungai DAS Barito wilayah Muara Teweh), terlihat ratusan ikan mati terkapar. Tidak hanya itu, ratusan lainnya hanyut terbawa arus sungai.

Akibat banyaknya ikan mati, sepanjang pantai tercium bau tak sedap begitu menyengat. Kebiasaan mencari ikan seperti ini, juga acapkali dilakukan sejumlah oknum di sejumlah anak sungai, seperti di anak sungai Lahei, anak sungai Lemo dan anak sungai Pendreh.

“Kami menginginkan tradisi mencari ikan dengan cara meracun dihentikan. Instansi terkait dan juga pihak keamanan bisa memberikan pengarahan kepada para penangkap ikan agar kejadian tak terulang lagi,” kata Rusmina, ibu rumah tangga di RT.7 Desa Jambu.

Tag:
  1. Orang Aneh
    25 Oktober 2009 pukul 1:22 PM

    masyAllah…
    bener2 dah tuh orang…
    gak punya perasaan.
    http://tforce2009.wordpress.com/

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: